[Warm Up Fict] Mr. and Mrs. Watermelon

PicsArt_07-18-05.21.01

 

[Warm Up Fict] Mr. and Mrs. Watermelon

|Leorene|

VIXX Leo and  Red Velvet Irene

Romance, Fluff, Idol life | Ficlet | PG13

Summary :

“Then we should be called watermelon couple.”

.

.

.

Seorang gadis mungil segera berhambur ke pelukan Leo kala pintu terbuka. Sepasang lengan kurusnya melingkar erat di pinggang pria Jung bertubuh jangkung itu, meluapkan segala perasaan rindu yang telah keduanya pendam selama dua bulan belakangan ini. Sebuah kurva tercipta di paras Leo. Sebelah tangannya terangkat mengusak lembut surai gadisnya yang kini dicat warna hitam seperti miliknya sebelum akhirnya ia membalas pelukan Irene.

How are you today, Baby?” ujarnya lembut ditambah sebuah kecupan pelan di puncak kepala gadisnya. Dapat ia rasakan rengkuhan Irene mengendur dan gadis itu mundur beberapa langkah dengan kepala masih tertunduk. Beberapa sekon kemudian sebuah helaan napas terdengar dari bibir tipisnya.

Not really good.”

Kontan saja sebuah kerutan tercipta di kening Leo. Sebelah tangannya yang tidak tersampir di pinggang Irene, mengangkat dagu gadis Bae itu perlahan hingga manik kelamnya bertemu dengan raut lelah Irene yang masih tampak cantik kendati tidak mengenakan make up.

What’s happen, Irene?”

Just because.”

Mengerti, Leo bergerak menutup pintu apartemen Irene dan lantas merangkul pundak mungil gadis itu ke ruang tamu. Ia lebih dulu menjatuhkan diri di atas sofa beludru Irene sebelum kemudian menarik tangan gadisnya, mengisyaratkan Irene untuk mendudukkan diri di sebelahnya. Menurut, Irene segera menempatkan bokongnya di sebelah Leo yang menyambutnya dengan kedua lengan terbuka lebar. Irene melingkarkan kedua lengannya kembali di pinggang Leo, membiarkan tubuh mungilnya tenggelam di dalam rengkuhan lengan kokoh Leo. Jung Leo selalu tahu apa yang Irene butuhkan di saat seperti ini, yaitu berpelukan erat satu sama lain dalam keheningan, entah untuk sementara atau beberapa jam berikutnya. Dada bidang Leo adalah tempat beristirahat paling nyaman bagi Irene ketika rasa lelah dengan rutinitas sebagai idol menderanya.

Setelah membiarkan Irene mengunci rapat-rapat mulutnya selama lima belas menit, Leo akhirnya mulai bersuara. “Sekarang ceritakan padaku apa yang terjadi, Irene?”

“Entahlah,” jawab Irene, masih mempertahankan posisinya bersandar di dada bidang Leo. “Aku hanya merasa lelah.”

Dapat Irene rasakan dagu Leo bergerak di ubun-ubunnya saat pria Jung itu mengangguk perlahan. “Yeah, comeback-mu sebentar lagi, bukan?”

Sekarang Leo yang merasa agak geli saat kepala Irene bergerak—mengangguk perlahan—di dadanya. “Tapi lebih dari itu, rasa rindu ini lebih melelahkanku, Leo.”

Belum sempat neuron Leo dapat mencerna maksud perkataan Irene barusan, gadis Bae itu sudah lebih dulu menengadahkan wajahnya. Buat Leo dapat leluasa memandangi paras cantik tanpa celanya yang hanya berjarak beberapa senti.

“Aku sangat merindukanmu dan itu membuatku gila.”

“Hmmpphh…”

“Kenapa kau tertawa?” Irene mengerut bingung. Ini bukan reaksi yang ia harapkan. “Aku serius Jung Taek—”

Ia tak melanjutkan protesnya karena Leo sudah lebih dulu melabuhkan satu kecupan kilat di bibir peach-nya.

“Kalau kau gila, mungkin aku sudah jadi salah satu pasien rumah sakit jiwa saat ini,” pria Jung itu berujar dengan smirk terpeta di bibir. “Kau lebih membuatku gila, Bae Irene. Dan aku adalah orang yang paling merindukanmu dari apapun.”

Leo kembali memajukan wajahnya. Mempertemukan kedua belah bibir mereka, memagut Irene perlahan dan penuh kasih sayang. Seakan hal itu dapat menyalurkan perasaan rindunya yang sudah tertahan sejak ia melangkahkan kakinya keluar dorm menuju apartemen Irene. Hilang sudah niat gadis Bae itu untuk merajuk. Ia hanya bisa memejamkan matanya seraya membalas ciuman Leo yang selalu sukses membuat jantungnya berdebar kendati mereka sudah menjalin hubungan 2 tahun lamanya.

Krucukkk….

Sayang momen melepas rindu keduanya yang tidak dapat bertemu sejak Leo mempersiapkan comeback-nya harus teriterupsi dengan suara gemuruh yang tak lain berasal dari perut si pria Jung.

“Hm? Leo, apa kau lapar?”

“Um, aku langsung ke sini saat yang lainnya tidak ada di dorm…jadi aku belum makan siang.”

Irene tertawa. “Baiklah, sepertinya aku punya beberapa buah di kulkas.”

“Buah? Tentu, kebetulan aku juga sedang diet untuk drama musikalku.”

“Musikal?” Irene mengurungkan niatnya untuk bangkit. “Apa yang kau maksud adalah pekerjaan yang membuatmu terus mengambil foto dengan para wanita?”

Leo tertawa kecil. “Kau cemburu?”

“Oh, tidak. Tentu saja tidak.”

“Benarkah?”

Ne~~~

“Kalau begitu tidak masalah ‘kan kalau aku mengambil bersama mereka lagi?”

Irene segera bangkit dengan gusar. “Ugh, Jung Leo. Rasanya aku ingin menendangmu sekarang juga,” ujarnya seraya mengayunkan kaki pendeknya ke arah Taekwoon. Tapi urung dilakukannya karena detik berikutnya Irene malah berjalan ke dapur sambil menghentak-hentakkan kaki. Tipikal Bae Irene kalau sedang kesal. Melihat tingkah Irene, Taekwoon terbahak di tempatnya.

“Kau tidak akan bisa menendang kekasih tampanmu ini, Bae Irene.”

“Semangka atau kiwi??” teriak Irene dari dapur, malas menanggapi sikap tengil pacarnya.

“Semangka!” jawab Leo mantap.

Selang beberapa menit, Irene kembali dengan sepiring buah semangka yang telah dipotong dadu di tangan. Ia lebih dulu menusukkan satu potong semangka dengan garpu dan menyodorkannya pada Leo sebelum berujar, “Omong-omong, aku jadi semangka di comeback kali ini.”

Leo mengamit garpu di tangan Irene dan langsung melahap potongan semangkanya seraya membalas, “Then I’ll call you Mrs. Watermelon.

“Tapi kau juga dipanggil Mr. Watermelon, bukan? Aku ingat Hyuk memanggilmu ‘Semangka’. Aku punya videonya di ponselku,” Irene tertawa geli. Benaknya kembali membayangkan Leo dengan setelan garis-garis berwarna hijau dan biru yang membuatnya terlihat seperti buah semangka.

“Kau mengingatnya? Hahaha… kalau begitu haruskah kita dipanggil pasangan ‘Semangka’?”

“Itu terdengar imut—tunggu sebentar!” Irene menepis tangan Leo yang hendak menyuapkan potongan buah semangka dan memajukan wajah. Ibu jarinya terangkat menyapu tepian bibir tebal Leo. “Ada biji semangka yang menempel di bibirmu.”

“Sudah hilang sekarang?” tanya Leo sambil mengusap bibirnya menggunakan pergelangan sleeves-nya.

“Iya, tapi jangan usap bibirmu dengan lengan bajumu, Leo!” seru Irene sambil memelototinya. Gadis Bae itu memang paling sensitif tentang kebersihan pakaian. Yah, tidak heran mengingat hobinya adalah mencuci dan mensetrika.

“Hah? Berikan aku tisu kalau begitu…”

Irene melemparkan sekotak tisu yang berada di atas meja pada Leo.

Ouch!

Dan kotak tisu itupun mendarat tepat di wajah si pria Jung.

“Astaga! Kau baik-baik saja?” Irene buru-buru berbalik dan menyentuh kening prianya.

Kendati ekspresinya sedikit meringis, Leo masih sempat tertawa kecil. “It’s okay.”

“Benarkah? Maaf,” Irene berujar dengan mimik sedih. Menunjukkan kalau ia benar-benar tak bermaksud menghadiahi kening Leo dengan sekotak tisu kendati sebelumnya gadis itu sempat mengancam untuk menendangnya.

“Aku baik-baik saja, sungguh.” Leo mencubit pipi tembam Irene agar gadisnya tidak cemberut lagi.

“Baguslah…” Irene balas mencubit pipi tembam Leo dan kembali bergelayutan manja pada kekasihnya. “Setelah ini apa yang akan kau lakukan?”

Leo melahap potongan buah semangka terakhir dan meletakkan garpunya kembali ke piring. “Sepertinya aku aku akan tidur siang sebentar sebelum pulang.”

“Hah?”

“Kenapa? Kau keberatan?”

“T-tidak.”

Leo mempererat rengkuhannya, membawa tubuh mungil Irene ikut berbaring bersamanya di atas sofa. Spasi yang minim membuat posisi Irene lebih tepat disebut tidur di atas tubuh Leo dibanding di sebelahnya.

“Hoammm! Habis makan aku mengantuk.” Jung Leo mulai memejamkan matanya dan memeluk Irene lebih erat, buat gadis Bae itu tidak dapat berkutik.

“Kapan teaser-mu keluar?”

“Sepertinya besok. Kenapa?”

“Ah, tidak. Ayo tidur.”

::

Leo memasuki ruang tunggu untuk grupnya setelah selesai melakukan tapping di salah satu acara musik. Peluh membasahi tubuhnya maka ia buru-buru melepas blazer-nya, meninggalkan tubuhnya dibalut atasan tanpa lengan. Kala tungkainya merajut langkah menuju sofa di sudut ruangan, maniknya tak sengaja menangkap presensi Hyuk—member termuda di grupnya—tengah duduk santai di depan meja rias.

Tapi bukan sosok Hyuk dengan rambutnya yang basah oleh keringat yang menarik perhatian Leo, melainkan sebungkus minuman jelly yang tengah diseruputnya. Warnanya merah dengan gambar buah blaster berbentuk bulat di tengahnya. Tak salah lagi, Hyuk sedang minum jelly rasa semangka saat ini.

Sebuah ide pun terlintas di benak Leo. Ia buru-buru mengeluarkan ponselnya dan mendekat ke arah Hyuk. Tanpa persetujuan, ia langsung mengambil foto member yang lebih muda 5 tahun darinya itu yang hanya menatap bingung ke arah kamera.

“Apa yang kau lakukan, Hyung?” protes Hyuk.

Sedang si empunya ponsel malah tersenyum penuh arti sambil menatap hasil tangkapannya tadi.

.

.

.

“Tidak, kok. Hanya memberi dukungan.”

fin

942e10df4fdcb4ec3104eeaedf32743e

tyavi’s little note :

Yep, abis itu Leo posting foto Hyuk dan minuman semangkanya ke ig dalam bentuk dukungan pada teasernya Irene /ea /delulupolepel

Haduuhhhh udahh lama banget ga posting di siniiii, udah lama banget ga menjejakan kaki di sini, udah lama banget ga nulisss… berasa kabur dari tanggung jawab T^T /menangos/

Maka dari itulah tyavi membawa [Warm Up Fict] dalam rangka pemanasan karena udah luamaaa bangeeetttt ga nulis samsek. Dan juga katanya udah pada rindu banget sama leorene huhuuu

jadi ceritanya kan mereka backstreet jadi ya leo ngasih dukungannya diem2 gitu cuma kode doanggg. emang yah kalo yang kaya gini tuh bikin gemes. nyiksa banget pasti. kangen gabisa ketemu. date juga gabisa ditempat terbuka. rasanya kaya suka sama orang tapi orang itu gatau. pengen bilang rindu gabisa jadinya /lho kok jadi curcol/

ya intinya tyavi udah back again bawa leorene. jadi selamat menikmati fluffy fluffyquuuu :*

Iklan

2 thoughts on “[Warm Up Fict] Mr. and Mrs. Watermelon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s