[CHRISTER] Shining You

1481730504155.jpg

Shining You

by tyavi

VIXX Hyuk and p i n k s u m m e r’s OC Gyuwoon

Romance,  failed!Fluff | Vignette | G

©2016 tyavi’s CHRISTER

Summary :

More than anything in the world that shines

For me, it’s you, just  you

(VIXX – Milky Way)

.

.

.

“Sudah sampai belum, Hyukie?”

“Sebentar lagi, Gyuwoon-a. Tetap pejamkan matamu.”

Kendati merasa tidak sabar plus penasaran, Gyuwoon menurut untuk tidak membuka matanya. Saat ini Hyuk sedang menuntun Gyuwoon ke suatu tempat yang dikatakannya sebagai ‘kencan tak terlupakan’. Padahal yang dapat Gyuwoon rasakan hanya kakinya yang menaiki tangga rumahnya dan berjalan sedikit ke arah kanan. Hyuk menghentikan langkah, membuat Gyuwoon juga melakukan hal yang sama sebelum kemudian pegangan keduanya terlepas.

“Apa sekarang sudah sam—”

“Iya, iya, kita sudah sampai, Gyuwoon-a. Nah, sekarang kau buka matamu pelan-pelan, ya?”

Sejurus kedua kelopak mata sipit Gyuwoon terbuka, Hyuk mendorong pintu di hadapannya. Buat manik karamel Gyuwoon menangkap pemandangan kamarnya yang gelap gulita.

Mwoya, Hyukie? Kau mau mengajakku kencan gelap-gelapan?” ujar Gyuwoon kecewa. (astaga dek Gyuwoon bahasamu itu lho, ambigu sekali)

“B-bukan, Gyuwoon-a,” Hyuk cepat-cepat mengkonfirmasi sebelum pipi tembam gadis Cha itu semakin menggembung. “Coba kau masuk dulu. Kejutannya ada di dalam.”

“Serius?”

“Iya.”

“Aku perlu tutup mata lagi?”

“Tidak usah.”

Hyuk mendorong pelan punggung gadis yang tingginya hanya sebatas pundaknya tersebut. Lantas setelah ia dan Gyuwoon berada di dalam kamar, pintu ditutupnya rapat-rapat. Belum sempat Gyuwoon membuka mulut, menyerukan protes untuk kesekian kali, Hyuk cepat-cepat menekan tombol saklar yang dicolokkan di stopkontak.

“Taraaaa!”

“Segunung pack besar pocky!” Gyuwoon menunjuk pada setumpuk camilan favoritnya di atas karpet bulu.

“Aish, bukan itu, Gyuwoon-a! Lihat ke atas!”

Iya, namun bukan itu kejutan yang Hyuk maksud. Karena beberapa pack besar pocky hanyalah pelengkap untuk—

“WAAAAHHHH!”

starlight shower date mereka malam ini. Well, mereka tidak benar-benar bermandikan cahaya bintang sungguhan malam ini. Karena saat ini sedang musim dingin dan suhu di luar pasti mampu membekukan tubuh dalam setengah jam. Lantas bagaimana mereka bisa berkencan kalau seperti itu? Lagi pula bintang di langit Seoul sudah tak sebanyak dulu. Akibat pemanasan global, mungkin. Karena itulah, Hyuk berpikir untuk membuat starlight shower-nya sendiri dan bertempat di kamar Cha Gyuwoon. Simpel saja, ia hanya perlu menempelkan ornamen bintang glow in the dark di langit-langit kamar lantas menyempurnakannya dengan lampu-lampu hias. Ditambah karpet bulu, selimut tebal serta camilan kesukaan gadis Cha itu, kencannya akan terasa menyenangkan. Tidak perlu berdiri berjam-jam kedinginan di luar ‘kan?”

“Kau yang menyiapkan semua ini, Hyukie?” Gyuwoon bertanya dengan manik yang serupa bulan sabit. Senyuman serta sorot mata berbinar itu membayar kerja keras Hyuk menghias kamar Gyuwoon selama dua jam.

“Tentu saja, Gyuwoon-a. Memangnya siapa lagi kalau bukan Han Sanghyuk?” jawab Hyuk menyombongkan diri. Well, ia menaruh banyak harapan dalam kencannya kali ini lantaran gagal berkencan dengan Gyuwoon di malam Natal tahun kemarin. Menyudahi kegiatan gadis itu ber-wah-wah ria, Hyuk menarik tangan Gyuwoon agar mendudukkan diri di atas karpet bulu dan menyusupkan kaki mereka di bawah selimut yang disediakannya. Barulah kemudian ia membuka salah satu pack pocky yang lantas diterima Gyuwoon dengan senang hati. Gadis itu mengunyah stik-stik berlumur cokelat itu dengan pipi bersemu merah. Rasanya Hyuk gemas untuk mencubit kedua pipi tembamnya.

“Bagaimana? Kau suka?” tanya Hyuk seraya menghapus remah biskuit di tepi bibir Gyuwoon. Yang bersangkutan menganggukkan kepala semangat sambil menunjukkan eyesmile cantiknya.

“Suka sekali, Hyuk-a! Yang ini cokelatnya benar-benar en—”

“Aish, bukan pocky-nya, Gyuwoon-a! Tapi kejutannya.” Hyuk mengedikkan kepala ke atas, menunjuk pada puluhan bintang dan lampu-lampu yang bersinar di atas mereka. Sejenak pandangan Gyuwoon mengikuti arah yang ditunjukkan Hyuk, tapi sedetik kemudian ia kembali memandang lelaki Han tersebut.

“Biasa saja,” ucapnya kemudian sambil mengedikkan bahu. Kontan saja membuat Hyuk membuka mulutnya—tak dapat berkata-kata. Melihat ekspresi syok-kejutanku-biasa-saja di paras Hyuk, Gyuwoon pun mengamit satu stik pocky dan memasukkannya ke dalam mulut Hyuk yang menganga. Lantas sorot mata datarnya berubah kembali menjadi serupa bulan sabit.

“Aku hanya bercanda, Hyuk-a! Wajahmu tidak usah kaget begitu, dong.” Gyuwoon terbahak. “Iya, iya, aku suka sekali, Hyuk-a. Terima kasih atas kejutan—” Gyuwoon mendekatkan wajahnya, “—dan juga pocky-nya,” bisiknya di telinga Sanghyuk. Pemuda bermarga Han itu pun langsung mengigit stik pocky di mulutnya dengan kesal. Hampir saja jantungnya berhenti berdetak. Hyuk pun terdiam dan menyilangkan tangan di depan dada. Namun Gyuwoon masih tak menaruh acuh karena sibuk dengan pocky-nya. Barulah saat boks besar di tangannya sepenuhnya kosong, Gyuwoon menoleh pada Hyuk yang memasang eskpresi cemberut.

“Hyukie, kau marah?”

“Menurutmu?”

“Aku ‘kan sudah bilang kalau aku bercanda.”

“Terus?”

“Aku juga sudah berterima kasih.”

Hyuk menyerobokkan tatapnya dengan manik kelam Gyuwoon. “Iya, tapi jantungku hampir saja berhenti berdetak, tahu. Bercandaanmu tidak lucu, Gyuwoon-a.”

Merasa bersalah, Gyuwoon meletakkan boks kosong di tangannya ke samping dan beralih memeluk lengan Hyuk yang dibalut sweater berwarna cokelat muda. “Ucucucu, Hyukie. Maafkan aku, ya?”

Hangat terasa saat Gyuwoon bergelayut manja. Tapi Hyuk terlalu gengsi untuk menyudahi aksi protesnya. “Tidak mau.”

“Lalu aku harus apa agar kau memaafkanku, Hyuk-a?” sejurus perkataan Gyuwoon barusan, Hyuk menurunkan silangan tangannya di depan dada. Tampaknya pemuda itu tergiur dengan tawaran Gyuwoon. Lekas Hyuk melepaskan pegangan Gyuwoon di lengannya, menarik selimut seraya berbaring, dan kemudian mengulurkan sebelah lengannya ke belakang tubuh Gyuwoon.

“Aku mau kau berbaring di sampingku sambil menikmati cahaya bintang-bintang gadungan ini.”

Gyuwoon mengulum senyum melihat tingkah Hyuk sebelum akhirnya berseru, “Call!”

Gadis Cha itu melakukan hal yang sama dan menggunakan lengan Hyuk sebagai bantal. Lengan Hyuk terasa nyaman dan hangat. Memang menyenangkan memiliki pacar yang berpostur besar dan tinggi seperti Hyuk. Tubuh Gyuwoon yang berbanding terbalik, jadi terlihat mungil berbaring di sebelahnya.

“Bintangnya indah sekali ya, Hyukie?” Gyuwoon berujar seraya menunjuk langit-langit kamarnya. Turut larut dalam skenario ‘kencan di bawah sinar bintang’.

“Iya, bintangnya memang bersinar sangat indah. Tapi kau tahu apa yang paling bersinar di dunia ini, Gyuwoon-a?”

“Matahari?”

“Bukan.” Hyuk menyampirkan sejenak beberapa anak rambut yang menutupi wajah imut Gyuwoon dan menatap gadis itu intens. “Bagiku yang paling bersinar lebih dari benda bersinar apapun di dunia ini…adalah kau, Gyuwoon-a.”

Ceklek.

Bersamaan dengan bunyi tombol lampu ditekan, kamar Gyuwoon berubah terang. Membuat kedua manusia yang sedang asyik berbaring di lantai dapat melihat sosok pria yang tanpa disadari, sudah berdiri di ambang pintu sejak tadi.

.

“Astaga, Han Sanghyuk!

Berhenti menggombali adikku!

Dan cepat kembalikan lampu hiasnya!

Aku jadi tidak bisa menghias pohon natal, tahu!”

.

fin

tyavi‘s little notes: tak jauh berbeda dengan bang raveh, makyeon pun tukang rusuhin adek pacaran heu

 

Iklan

3 respons untuk ‘[CHRISTER] Shining You

  1. ASTAGAAH UMMA KAMVRET KUBACAH INI LANGSUNG BAPER HUWEEEEEEH
    KUBACA PELAN2 BANGET TAKUT KEBURU ABIS
    AKKKKKKHHHHHHHHHHHHHHHHH ❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤

    Suka

  2. Ini juga wp komen dedek kok dipotong TT
    HWE HWE HWE HWE INI AKU DARI AWAL BACA AJA CENGENGESAN MELULU :V KU SYUDAH BERHARAP ADA KISSING SCENE ATO BED SCENENYAH WUAHAAHAHA
    MAKASYIII UMMA TERTJINTAH LUV LUV YOU

    Suka

  3. Actually ide ngedatenya hyuk bisa dicontek wkwkkw tapi pls itu si setan pengganggu (re:hakyeon) lain kali diusir jauh jauh aja hmmmm salah hyuk juga sih ngapel ke rumah racap ga liat sikon /eh

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s