[CHRISTER] All I Want for Christmas is You

hyukie

All I Want For Christmas is You

by tyavi

VIXX Hyuk and p i n k s u m m e r OC’s Gyuwoon

Romance,  Fluff | Vignette | G

©2015 tyavi’s CHRISTER Story

Summary :

“Santa tidak bisa membuatku bahagia.”

.

.

.

Terdengar helaan napas lagi. Entah untuk yang keberapa kali dalam kurun waktu dua jam. Dilakukan oleh seorang pemuda belasan tahun yang bersedekap di atas sofa sembari memeluk bantal erat-erat.

“Sudah jangan cemberut begitu,” si gadis yang memasuki ruangan dengan kardus di tangan bersuara. “Kau sendiri yang bilang ingin di rumahku saja karena di luar dingin.” Memindahkan kardus berisi hiasan natal ke atas lantai, Gyuwoon menoleh dengan berkacak pinggang.

“Tapi aku tidak tahu kalau Hakyeon hyung akan kencan! Menyuruh kita jaga rumah pula.” Hyuk menjawab gusar dengan bibir mengerucut sebagai penambah ekspresi kesal. Pasalnya kalau boleh jujur, tentu Hyuk juga mau berkencan dengan Gyuwoon. Bukannya menjaga rumah dan menghias pohon natal. Memangnya ia bocah.

“Sebenarnya aku juga kesal, sih,” Gyuwoon mengimbuhi.

“Kau juga, Gyuwoon-a?” kali ini Hyuk berujar dengan antusias. Bahkan ia menghempaskan bantal yang sedari tadi direngkuhnya ke sembarang arah.

Gyuwoon mengangguk singkat. “Iya, aku kesal karena Oppa hanya membelikanku pocky. Harusnya ‘kan dia juga membelikanku eskrim karena memberitahunya tanggal ulang tahun serta bunga kesukaan Yumi eon.”

“Gyuwoon!”

“Apa? Kau juga mau pocky, Hyuk-ah?”

Entah di sini Gyuwoon yang bodoh atau Hyuk yang terlalu berharap gadis berkuncir dua itu juga mau berkencan dengannya.

 “Hyuk, kau tidak mau membantuku menghias pohon natal?” tanya Gyuwoon pada si pemuda yang kini berubah posisi meringkuk di atas sofa.

“Tidak.”

Eiy, Hyukkie! Lalu untuk apa kau di sini kalau bukan untuk membantuku.”

Menoleh, Hyuk berujar santai. “Kan aku sudah bilang ingin di rumahmu saja karena di luar dingin.” Membalikkan kembali perkataan Gyuwoon.

Mengangkat bahu tak acuh karena mungkin saja Hyuk sedang tidak dalam mood yang baik, Gyuwoon kembali meneruskan aktivitasnya memasang hiasan. Menggantungkan gantungan berbentuk bola, boneka Santa kecil dan lampu-lampu hias. Kurang lebih sudah setengah jam Gyuwoon melakukan itu semua dan mengacuhkan keberadaan Hyuk. Hingga akhirnya yang tersisa adalah sebuah hiasan berbentuk bintang besar yang akan di letakkan paling puncak sebagai sentuhan terakhir pohon natalnya. Masalahnya, postur tubuh mungil Gyuwoon hanya sebatas tiga perempat pohon natal di ruang keluarganya. Jadilah kini Gyuwoon melempar pandangan memelas pada Hyuk yang meringkuk membelakanginya.

“Hyuk.”

Tidak ada sahutan.

“Hyukie.”

Punggung Hyuk masih bergeming—paling hanya bergerak pelan seirama napas teraturnya. Kendati demikian Gyuwoon yakin kalau Hyuk tidak tidur.

“Hyuk-ah,” Gyuwoon melancarkan aegyonya demi menarik perhatian Hyuk. Dan sukses karena akhirnya pemuda Han itu menyahut. “Apa?”

“Bantu aku gantung bintangnya.”

“Tidak mau,” jawab Hyuk ringkas.

“Han Sanghyuk!” Gyuwoon tidak tahu kalau Hyuk bisa jadi semenyebalkan ini kalau sedang kesal. Maka akhirnya Gyuwoon harus repot-repot memutar otak, mencari cara agar teman kecilnya itu mau membantunya. Toh, Gyuwoon hanya minta Hyuk pasangkan, kok.

“Hyukie, aku akan memberimu hadiah kalau kau membantuku.”

Kata ‘hadiah’ bak sebuah mantera yang dapat menarik atensi Hyuk, terlebih keluar dari mulut gadis bermarga Cha itu. Sepersekian sekon kemudian Hyuk bangkit dari sofa dan memintal langkah ke arah Gyuwoon dengan semangat.

Namun alih-alih mengamit hiasan bintang yang Gyuwoon ulurkan, Hyuk malah berjongkok membelakanginya. Membuat gadis bersweater merah itu mengernyitkan dahi tak mengerti.

“Apa yang kau lakukan?”

“Tentu saja menggendongmu, ‘kan kau mau memasangkan bintangnya.”

“Serius aku boleh naik?” tanya Gyuwoon memastikan yang lantas dibalas anggukkan kepala oleh Hyuk.

“Asik!” Gyuwoon girang dan langsung melingkarkan lengannya di leher Hyuk yang kemudian bangkit secara perlahan sambil mengalungkan kedua tangannya di betis Gyuwoon. Posisinya kini membuat Gyuwoon tak membutuhkan waktu lama untuk memasang si hiasan bintang di puncak pohon natalnya.

“Kau baik sekali, Hyuk-ah. Kudoakan kau mendapat hadiah natal mobil remote control baru atau robot—”

“Aish, aku sudah dewasa, Gyuwoon-a! Aku bahkan jauh lebih tinggi darimu,” sanggah Hyuk yang kemudian dibalas sebuah jitakan di kepalanya.

“Kau mau mengejekku, ya? Karena setiap hari aku minum satu liter susu tapi tidak tinggi-tinggi!”

“Bukan begitu, Gyuwoon-a.”

“Sudah cepat turunkan aku!”

Menurut, Hyuk kembali merendahkan tubuhnya secara perlahan, menurunkan kaki Gyuwoon memijak pada tanah. Ekspresi gadis berumur enam belas tahun itu tampak gusar dengan pipi menggembung. Jujur saja, Gyuwoon memang tidak suka jika sudah disinggung perihal tinggi badan. Ia merasa Hyuk itu curang. Hyuk tidak pernah, ralat, tidak suka susu tapi ia terus bertambah tinggi seperti raksasa. Meninggalkan Gyuwoon yang kini tampak seperti kurcaci di sebelahnya. Padahal waktu mereka kecil dulu Gyuwoon lebih tinggi dari Hyuk, sungguh.

“Hadiahku?” Hyuk berusaha mengalihkan perhatian Gyuwoon yang kini lebih memilih diam sambil duduk di bawah pohon natal.

Gyuwoon menghela napas pasrah karena mau tidak mau ia harus mengabulkan permintaan Hyuk seperti janjinya beberapa saat lalu. “Baiklah kau mau hadiah apa?”

Poppo,” si pemuda yang dijuluki Gyuwoon giant itu berujar lantang seraya memonyongkan bibirnya. Beruntungn Gyuwoon tanggap dan langsung mendekatkan boneka dino berwarna hijau miliknya ke wajah Hyuk seraya berseru, “Poppo!

Kok, boneka?!” Hyuk melayangkan protes.

Mengerjapkan matanya beberapa kali, Gyuwoon menjawab polos. “Kenapa? Bukankah ia lucu sepertiku?”

“Aish, Gyuwoon-a bukan itu maksud—”

“Sudahlah sana gantung kaus kakimu atau Santa tidak akan memberimu hadiah,” Gyuwoon mengoper kaus kaki besar yang berwarna hijau ke pangkuan Hyuk. Memang, salah satu tradisi natal adalah menggantung kaus kaki di perapian untuk diisi hadiah oleh Santa. Dan meski sudah berumur enam belas tahun, Cha Gyuwoon masih memercayainya.

Hyuk memasang wajah muram alih-alih mengikuti perintah Gyuwoon. “Santa tidak akan membuatku bahagia.”

Eiy, kau tidak boleh bicara seperti itu Hyuk. Nanti Santa marah dan tidak akan mengabulkan keinginanmu!”

“Santa memang tidak bisa mengabulkannya.”

Kok begitu, Hyukkie? Memangnya kau ingin meminta apa?”

“Gyuwoon.”

Boneka dino hijau yang beberapa saat lalu mencuri ‘ciuman’ Hyuk mendarat di pangkuan pemuda itu.

 “Eh, kenapa kau memberiku boneka?”

Lho, ‘kan kau sendiri yang menamai boneka ini ‘Gyuwoon’—sakit!”

Well, boneka itu minta dikembalikan ke pemiliknya semula dan Hyuk hanya bertugas sebagai perantara. Gyuwoon baru saja akan membuka suara saat Hyuk menyela, “Kalau kau ingin hadiah natal apa dariku?”

Membuat sang gadis mengurungkan amarahnya dan beralih mengetukkan telunjuk ke dagu— tampak sedang berpikir.

“Um…”

“Jangan bilang pocky atau eskrim. Aku tidak punya uang.”

“Lalu kau ingin memberiku apa?”

Hyuk menjawab dengan senyum misterius terpeta di wajahnya. “Aku bisa memberikan jasa atau hatik—”

“Kalau begitu aku mau minta gendong, boleh?” sela Gyuwoon antusias—menyebutkan permintaanya.

“Tentu saja boleh!”

Lantas Hyuk bangkit dan kembali berjongkok membelakangi Gyuwoon seperti saat akan membantu gadis itu memasang hiasan bintang. Gyuwoon pun langsung mengalungkan lengannya pada leher Hyuk dan menyandarkan dagunya di pundak pemuda jangkung itu. Perlahan-lahan tubuhnya kembali terangkat dan tawa kecil mengalun dari bibir mungilnya. Kalau Gyuwoon bisa lebih jujur, dia akan bilang kalau diberi piggy back oleh Hyuk sangat menyenangkan. Menurut Gyuwoon, punggung Hyuk sangat hangat dan nyaman. Dan kalau bukan karena ia sebal dikatai pendek, sampai detik ini mungkin Gyuwoon belum mau turun dari gendongan Hyuk.

Kening Hyuk berkerut-kerut—heran karena sedari tadi sang gadis terus terkekeh di belakangnya. “Kenapa Gyuwoon-a?”

“Tidak, rasanya aneh saja. Seperti digendong pacar,” jawab Gyuwoon lalu terkikik geli.

“Um, Gyuwoon…”

“Ya, Hyukkie?”

“Bukannya kita memang pacaran?”

.

“Eh, memangnya iya, ya?”

.

fin

tyavi’s little note : Gyuwoon pun minta dibegal ama kopel2 lain yg belom jadian :”v

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s