First Day

picsart_03-25-03.36.58.jpg

First Day

by tyavi

|Chaengwoo|

[Astro] Eunwoo and [Twice] Chaeyoung

Slight appearance of Seventeen DK aka Seokmin and Twice Dahyun

slight!Fluff, School life, AU! | Ficlet | G

Summary :

“Kelas satu?” tanyaku tak sadar.

.

.

.

Time : 06.28

.

Seseorang menepuk pundakku saat aku baru saja melewati gerbang sekolah. Kontan membuatku memutar kepala dan mendapati sosok Lee Seokmin, teman sekelasku. Senyum selebar kuda dipamerkannya padaku, menunjukkan betapa bagusnya suasana hatinya pagi ini. Ia menjungkitkan kedua alisnya bergantian seraya menyentuh pelan puncak hidungnya sebagai reaksi atas ekspresi bingung yang kutunjukkan padanya.

“Hari ini hari spesialmu, ya, calon Ketua Student Council?”

Ah. Aku baru ingat kalau hari ini bukan hanya hari senin. Tapi juga merupakan hari serah terima jabatan tertinggi pada organisasi siswa nomor satu di sekolah itu. Dan sebagai penyandang peringkat satu seangkatan, hari ini juga merupakan hari pelantikanku sebagai Ketua Student Council. Menggantikan senior Jeon Wonwoo yang kini memasuki tahun terakhirnya di Hagnon High School.

“Apa kau gugup?” tanyanya lagi. Lengannya bergerak merangkul pundakku, membuat posisi tubuhnya tak seimbang karena posturku yang sedikit lebih tinggi darinya.

“Biasa saja.”

Sikutan di perut kuterima dari Seokmin.

Eiy, aku tahu kau tampan. Tapi jangan juga sok cool demi menaikkan kadar pesonamu, dong!”

Aku tertawa renyah. Pesona, jabatan, dan segala pandangan orang terhadapku? Aku tidak peduli. Lebih tepatnya aku tidak mau peduli. Tapi aku tidak bisa. Dituntut untuk selalu menjadi peringkat pertama sejak kecil membuatku hanya menghabiskan waktu tenggelam dalam buku. Dan sekarang, aku harus mengurus sebuah organisasi di saat aku bahkan tidak bisa mengurus hidupku sendiri. Hidupku, bukannya hidup yang telah diatur oleh sepasang insan paruh baya yang berperan sebagai orangtua.

“Kim Dahyun!”

Baik aku maupun Seokmin kontan menoleh ke sumber suara, mendapati dua orang gadis berdiri tak jauh dari gerbang masuk. Dilihat dari seragam yang mereka gunakan, keduanya juga merupakan murid Hagnon.

“Kau bilang harus sepatu hitam. Kenapa pakai sepatu putih?!” seru salah satu gadis yang bersurai cokelat—dan juga yang berseru beberapa waktu lalu. Sejurus perkataannya barusan, manikku refleks turun menelisik sepatu yang mengalasi tungkainya. Benar, ia menggunakan sepatu hitam dengan kaus kaki berwarna abu-abu. Tidak seperti si gadis bersurai hitam—yang kalau tidak salah bernama Kim Dahyun—yang menggunakan sepatu putih dengan kaus kaki berwarna senada. Kim Dahyun hanya tergelak alih-alih menjawab. Buat gadis bersurai panjang itu meninju lengan Dahyun pelan seraya ikut tertawa (menertawakan kebodohannya, mungkin?). Giginya sedikit berantakan namun hal itu justru membuat senyumnya terlihat manis. Entah, tapi itulah yang kutangkap dari senyumnya.

“Kelas satu?” tanyaku tak sadar.

“Iya, tahun ajaran baru sudah dimulai dan bermunculanlah banyak wajah baru yang cantik dan menggemaskan,” sahut Seokmin sambil mengerling padaku. Kembali ia pamerkan senyum kudanya—dengan bangga—pada gadis-gadis yang melewati kita.

.

Time : 06. 45

 .

“Bapak memanggilku?” ujarku setelah sebelumnya mengetuk pintu. Kembali merajut langkah saat pria berkepala tiga itu menganggukkan kepala dan mengisyaratkanku untuk masuk.

Inilah kegiatanku setiap pagi. Selain peringkat satu—dan calon ketua Student Council, aku juga merupakan ketua kelas 2-1. Sehingga mengharuskanku untuk menyambangi ruang guru sebelum kelas dimulai demi mengambil absen ataupun kepentingan lainnya. Namun kali ini, Pak Jung, wali kelas 2-1 memanggilku untuk menghadap padanya. Mengindikasikan kalau ada suatu kepentingan yang bukan hanya sekadar mengambil absen.

“Kelas kita akan kedatangan anak baru,” ujarnya mengutarakan maksud. “Seperti yang kautahu, setelah ini kita akan berkumpul di auditorium untuk upacara pelantikanmu. Dan murid baru ini akan langsung masuk ke dalam barisan kelasmu tanpa sempat memperkenalkan diri.”

“Bapak ingin aku mengantarnya?” simpulku.

“Bukan. Bapak hanya ingin memberitahukan hal ini karena kau adalah ketua kelas. Kau tidak punya waktu untuk hal itu.” Aku mengangguk-anggukkan kepala mengerti.

“Karena bapak tidak bisa masuk kelas hari ini, tolong bantu dia memperkenalkan diri di kelas setelah upacara selesai.”

“Baik, Pak.”

“Semoga pelantikanmu berjalan lancar.” Pak Jung tersenyum yang lantas kubalas serupa. Aku membungkukkan tubuh hormat sebelum undur diri. Baru saja akan kulangkahkan kaki menjauh dari mejanya saat Pak Jung kembali berujar.

“Oh, iya. Namanya Son Chaeyoung, pindahan dari Busan, dan ia dua tahun lebih muda darimu.”

.

Time : 07.30

 .

Upacara telah berjalan selama tiga puluh menit dua puluh detik. Iya, aku menghitungnya karena acara ini sangat membosankan. Dimulai dari pidato pembuka oleh Kepala Sekolah, dilanjut dengan pembacaan susunan acara, kemudian Senior Jeon naik ke atas podium dan memulai pidato terakhirnya yang penuh motivasi dan ucapan syukur. Lima belas menit kemudian giliranku yang naik untuk serah terima jabatan. Aku tersenyum dan membungkuk hormat saat Senior Jeon menepuk pundakku. Dia benar-benar Senior yang baik. Pidatoku tidak panjang namun tidak juga pendek. Kulontarkan sesuai dengan teks yang telah kulatih semalam. Dari atas sini dapat kulihat ratusan pasang mata murid Hagnon tertuju padaku. Menyimak ‘pidato’ku dengan khidmat, termasuk seorang gadis bersurai cokelat yang kulihat di gerbang sekolah pagi tadi. Gadis yang kini kudapati berdiri di antara teman-teman sekelasku. Sepasang manik bulatnya menatapku tanpa berkedip, seakan ini adalah kali pertama ia menyaksikan pidato Ketua Student Council baru. Ah, iya. Dia memang murid baru.

“Ketua Student Council periode 2015-2016, Cha Eunwoo. Siapa yang akan kaupilih menjadi wakilmu?”

Banyak yang bilang di Hagnon High School ketampanan tidak ada artinya. Kemampuan akademislah yang diutamakan. Hanya nilai sempurna dan peringkat teratas yang dapat membawamu berkuasa atas segalanya, termasuk menunjuk sendiri siapapun untuk menjadi wakilnya.

Lugu, bersemangat, dan terlihat bebas. Padahal ia akan menjalani situasi yang seharusnya dihadapi dua tahun lagi. Itulah impresi pertamaku terhadapmu. Jadi, bagaimana kau bisa sebebas itu…

“Son Chaeyoung.”

.

.

.

Sepertinya…

…setahun menjabat Ketua Student Council tidak akan membosankan.

fin

Ccgdzg-UcAE9qqM

tyavi’s little note : Sedikit penjelasan, di sini Chaeyoung diceritakan masuk sekolah terlalu cepat dua tahun. Dan di fict chaengwoo lainnya Chaeng akan selalu dibuat sekelas dengan Eunwoo. Cerita ini sebenarnya side story dari FF chaptered Free Spirit tapi aku rasa ini juga bisa menjadi stand alone.

Mind to leave a comment ^^

Iklan

2 thoughts on “First Day

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s