Cooling Down

PicsArt_1431065131555

Cooling Down

BTS Kim Taehyung and Lovelyz Ryu Sujeong

Romance, Fluff, Married Life/ Ficlet/PG

Summary :

“Sepertinya kau butuh mendinginkan dirimu.”

.

.

.

“Aaargghhh.” Taehyung meremas rambutnya kesal.

Sujeong hanya menoleh singkat, gadis itu sepertinya sudah hapal dengan tabiat Taehyung jika sedang membuat sketsa. Teman-temannya bilang kalau Taehyung itu ‘gila’, tapi sepertinya dia lebih gila lagi kalau sedang berhadapan dengan buku sketsanya itu.

“Sepertinya kau butuh mendinginkan diri,” ujar Sujeong memberi saran. Gadis itu tidak mengalihkan fokusnya dari novel roman yang sedang dibacanya.

Tak acuh, Taehyung merapikan peralatan menggambarnya.

“Kau mau kemana?” tanya Sujeong saat melihat Taehyung berdiri.

Namun pemuda itu tak menanggapi dan berlalu begitu saja.

.

.

.

10 menit… 15 menit… 20 menit… 30 menit…

Taehyung tak kunjung kembali. Hal itu membuat Sujeong penasaran dan beranjak mencari keberadaan pemuda itu. Sujeong pikir mungkin saja sekarang Taehyung sedang menikmati hembusan angin malam di beranda belakang, namun dia berubah pikiran saat ditemukannya beranda kosong melompong.

‘Dimana dia?’

Gadis itu hendak menyerah mencari Taehyung dan akan kembali ke ruang tamu. Namun dia merasa aneh saat melewati kamarnya. Akhirnya dia putuskan untuk masuk. Dan benar saja, dia melihat lampu kamar mandinya menyala. Sujeong memuntar kenop pintu kamar mandinya dan—

“TAEHYUNG APA YANG KAU LAKUKAN?”

—menemukan Taehyung sedang berendam di dalam bathub.

“Diamlah Sujeong, aku sedang menggambar,” balasnya tanpa mengalihkan fokusnya.

“Iya, aku tahu kau sedang menggambar. Tapi kenapa kau menggambar di sana?”

“Bukannya kau sendiri yang menyuruhku mendinginkan diri”

Sujeong menepuk keningnya. Oh, Sujeong tidak tahu kalau Taehyung lebih bodoh dari yang dikatakan teman-temannya.

Gadis itu berkacak pinggang seraya berteriak “CEPAT KELUAR DARI SANA SEBELUM KAU TERKENA FLU!”

***

“Bodoh.”

Itulah yang berkali-kali diucapkan gadis itu selama mengeringkan rambut Taehyung dengan handuk.

“Sujeong-ah,” balas Taehyung sambil memajukan bibirnya.

Membuat gadis itu akhirnya melunak. “Maksudku agar kau meninggalkan buku sketsamu itu. Lalu kita berdua menikmati angin malam di beranda.”

“Kenapa kau tidak bilang?” Taehyung membalikkan badannya dan menatap Sujeong.

“Kau bahkan tidak menoleh padaku sedikit pun. Sepertinya gambar hitam putih itu lebih menarik bagimu.”

“Kau cemburu?” ujar Taehyung sambil mengangkat sebelah alisnya, mencoba menggoda gadis itu.

“Sudahlah.” Sujeong menggeleng lemah. Ini bukanlah saatnya untuk merajuk. Gadis itu merasa bersalah kalau sampai Taehyung sakit karenanya.

“Itu bukan salahmu.” Taehyung menangkap tangan Sujeong yang sedang mengeringkan rambutnya, lalu menggenggamnya. “Memang aku saja yang sedang ingin berendam ma—hatchiii…

“Tuh ‘kan, kau kena flu!” seru Sujeong.

Taehyung bergerak memeluk dirinya. Menyadari hal itu, Sujeong bergegas mengambil selimut tambahan.

“Bagaimana ini?” ujar Sujeong sambil menyelimuti Taehyung.

“Baiklah, sekarang ini salahmu!”

“Mwo?”

“Aku flu karenamu. Kau harus bertanggung jawab, Sujeong-ah,” rajuknya.

“Peluk aku.” Permintaan Taehyung sontak membuat Sujeong terbelalak.

“Aku masih kedinginan,” ujar Taehyung dengan puppy eyesnya. Mengingat Taehyung sakit karenanya, akhirnya terpaksa gadis itu memajukkan tubuhnya dan memeluk Taehyung.

“Jangan di luar selimut! Tidak terasa.” Taehyung membuka selimut dan menarik tubuh mungil Sujeong ke dalam pelukannya.

“Nah, beginikan lebih hangat. Seribu selimut pun juga akan kalah,” ujar Taehyung dan memeluk Sujeong lebih erat.

Lama mereka berdiam dalam posisi itu.

“Sujeong-ah”

Sujeong berdeham sebagai jawaban. Saat ini gadis itu sedang berusaha mengontrol detak jantungnya.

“Sujeong-ah”

Sujeong mengangkat wajahnya yang bersemu merah. “Wae, Taehyung-ah?” jawabnya gusar. Dan dibalas dengan cengiran bodoh Taehyung. Tanpa aba-aba Taehyung memajukan wajahnya dan mengecup bibir mungil Sujeong.

“Kau”

“Harus”

“Bertanggung”

“Jawab”

Satu kecupan di setiap kata.

Sujeong terkesiap sedangkan Taehyung malah nyengir, memperlihatkan deretan gigi rapinya. Di dalam hati dia tertawa.

Sujeong tidak tahu bahwa yang dimaksud Taehyung dengan bertanggung jawab itu—

“Hatchiii…

.

.

.

.

Sedetik kemudian Taehyung terkekeh.

—adalah membuat Sujeong ketularan.

“SIALAN KAU KIM TAEHYUNG! HATCHIII…”

Fin.

Iklan

One thought on “Cooling Down

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s