Only You

Onlyyoupostee

Only You

All VIXX member and OC

Romance, Hurt/Comfort | Vignette (compilation) | PG

Soundtrack :

VIXX – Only You

Summary:

#1 Hongbin

 

My close friend introduce me to a girl,

I guess he felt bad for me

He told me to meet a girl better than you and to get over you.

.

.

.

“Namanya Alena Kim. Mahasiswa tingkat dua fakultas seni rupa.”

Itu yang dikatakan Hyunjin. Dia mengenalkanku dengan salah satu junior di kampusnya. Seorang gadis manis dengan surai cokelat panjang yang sedikit bergelombang. Hidung bangir dengan bulu mata lentik sempurna. Kakinya jenjang dan tangannya kurus. Benar-benar sempurna. Tapi ini bukan yang pertama. Sudah berkali-kali sahabatku itu mengenalkanku dengan berbagai gadis kenalannya. Ku rasa dia merasa tidak enak padaku—

atau mengasihaniku?

Entahlah.

Dia juga selalu mengatakan padaku untuk bertemu gadis yang lebih baik darimu, dan segera melupakanmu. Itu terdengar mudah, sekaligus bodoh. Ya, mudah untuk dikatakan tetapi sulit untuk dilakukan. Bodoh, iya itu aku. Sudah tahu kau tidak peduli, tapi aku masih menyukaimu.

.

.

.

#2 Hyuk

 

Her first impression was good

She kind of looked like you

But at some point, she completely looked like you

.

.

.

   Aku tidak memejamkan mataku barang sedetik. Masih kutatap lekat-lekat gadis yang kini duduk di hadapanku. Kesan pertama yang baik. Gadis itu tersenyum manis padaku. Sepasang lesung pipi menghiasi kedua pipinya. Sebuah eyesmile cantik tercipta di mata sipitnya. Membuat memoriku melayang pada figur seseorang.

Siapa lagi? Tentu saja dirimu.

Dari pertama kali dia tersenyum, memperkenalkan dirinya dan bahkan caranya minum teh sama seperti dirimu. Apakah ini cara ibuku agar aku melupakanmu?

.

.

.

#3 Hakyeon

 

She’s saying something but it’s not coming into my ears

I have nothing more to say

My heart is only for you

.

.

.

“Cha Hakyeon, apakah kau…”

“…”

“…”

Pikiranku kabur. Telingaku pengang. Aku mendadak tuli. Gadis itu bicara, tapi kenapa aku tidak mendengar apapun. Dan aku tidak tahu harus mengatakan apa. Otakku sudah rusak rupanya.

Ataukah pikiranku hanya berisi tentangmu?

Entahlah.

Tapi yang jelas hatiku hanya untukmu.

.

.

.

#4 Jaehwan

 

The words I’m mumbling are stories about you

Without knowing, I’m only talking about you

.

.

.

“Coba tebak.”

“11 Februari?”

“20 Januari, Jaehwan-ah!”

Aku terkesiap. Apa yang baru saja kau katakan, Lee Jaehwan? 11 Februari? Tsk. Itu ‘kan tanggal ulang tahunmu.

“Kau tahu kemarin aku membeli banyak camilan di Jeju.”

BungeopPang?” tebakku.

“Mwo? BungeopPang? Ya, Jaehwan-ah. Untuk apa membeli BungeopPang di Jeju?”

Aku tertawa renyah. BungeopPang itu camilan kesukaanmu. Aku mengurut pelipisku yang agak berdenyut.

Ada apa denganku?

Tanpa sadar aku terus membicarakan tentangmu.

.

.

.

#5 Taekwoon

 

You are in every word I say

You spill out in every word I say

.

.

.

“Tiba-tiba aku ingin makan jipangyi ice cream.”

“Oh, itu. Iya aku tahu. Re juga suka itu.”

“Re?”

“Eum…maksudku kau mau membelinya dimana?”

“Kudengar yang paling populer di Insadong.”

“Oh, kalau begitu turun saja di stasiun dekat rumah Re.”

“Rumah Re?”

“Maksudku stasiun Jonggak. Sudah ya, akan kujemput nanti.”

“Eoh, ne. Annyeong.”

 .

Klik.

 .

   Kumasukkan ponselku ke dalam kantung coat ku. Aku berjalan pelan. Menelusupkan kedua tanganku ke dalam saku. Kuhembuskan nafas perlahan. Menciptakan kepulan asap putih keluar dari mulutku. Udara sudah semakin dingin. Sepertinya sebentar lagi akan turun salju. Aku harus bersiap kalau-kalau Re meneleponku, meminta ditemani melihat salju. Langkahku terhenti. Dan nalarku menguap. Apa yang baru saja kukatakan? Nama itu. A name that consists of two letters.

Kenapa?

Tak cukup kau belum pergi dari hatiku. Kau bahkan ada di setiap kalimat yang ku katakan. Namamu. Mengalir begitu saja di setiap kata yang aku ucapkan.

.

.

.

Jaehwan

 

What I like to do?

What is normal day for me?

It’s hard for me answer those typical questions

Because my answer is you

Because I only think of you

.

.

.

Aku benci saat-saat seperti ini. Apalagi kalau dia sampai menanyaiku.

Apa yang suka kulakukan?

Bagaimana keseharianku?

Ya Tuhan, bisakah dia tidak bertanya tipikal pertanyaan seperti itu. Huh, memang hanya tipikal. Tapi sulit bagiku untuk menjawabnya.

 .

Karena jawabanku pasti kamu.

 .

Toh yang kupikirkan memang cuma kamu.

.

.

.

Hongbin

 

The more she smiles, the sadder I get

As time goes by, the more I feel like a sinner

.

.

.

   Dia pemalu namun cukup ramah. Setelah agak lama berkenalan dia bertransformasi menjadi gadis yang agak cerewet. Tipikal dirimu sekali. Sangat antusias membicarakan apapun. Mulai dari kuliah sampai musim semi. Sedangkan aku? Aku hanya diam dan mendengarkan. Seperti biasa—saat bersamamu maksudku. Sesekali aku menyesap espressoku yang tinggal seperempat. Aku memandangnya. Dan dia tersenyum padaku. Entah mengapa itu justru menusukku. Semakin dia tersenyum, malah membuatku semakin sesak. Alena, tolong jangan tersenyum begitu. Seiring berjalannya waktu, aku semakin merasa berdosa.

.

.

.

Taekwoon

 

At this rate, I think I’ll end up alone again today

The more we talk, the lonelier I get and I’m in danger again

.

.

.

   Aku menatap jipangyi ice cream ditanganku. Melihatnya saja sudah membuatku enggan, apalagi menyantapnya. Mau tahu kenapa? Tentu saja karena ini jajanan kesukaanmu. Kau sangat menyukainya sampai merenggek padaku untuk ke Insadong setiap hari. Bahkan uang sakumu habis hanya untuk membeli jajanan ini selama sebulan. Dasar bodoh. Tsk. Aku tertawa hambar. Jika begini terus, sepertinya aku akan berakhir sendirian lagi kali ini. Semakin banyak aku berbicara dengannya, semakin aku merasa kesepian.

Dan aku dalam bahaya lagi.

.

.

.

Jaehwan

 

I’m such a bad guy

She’s being so affectionate

But why do I keep thinking of you?

.

.

.

   Aku menatapnya nanar. Perasaan bersalah, tak pernah sedikitpun hilang dari dalam benakku. Semakin lama dia bersamaku, menemaniku, berbicara padaku, dan—ah, aku bahkan tak bisa menghitungnya. Hanya satu. Aku semakin merasa menjadi orang jahat. Ya, aku memang pria jahat. Gadis itu begitu menyayangiku,

tapi kenapa aku masih memikirkanmu?

.

.

.

#6 Wonshik

 

It’s like your voice is in this sweet melody

I know it’s not real but I keep tuning my ear to it

Yeah I know this is foolish imagination

But if I can meet you through this song

I don’t care if my ears rip

If only you can hear it

If only I could feel your eyes, nose, lips and warm breath

.

.

.

  Sial, kenapa pula aku terjebak macet. Yeah, mengumpat tidak akan berguna Kim Wonshik. Daripada mati bosan, lebih baik kunyalakan radio saja. Sebuah lagu familiar menyapa indera pendengarku.

Lagu ini?

Bukannya mematikan, aku justru menambah volumenya. Kupejamkan mataku, menikmati lagu yang sedang mengalun. Pikiranku kosong dan dalam sekejap saja aku melayang-layang dalam memori. Seperti mendengar suaramu dalam melodi manis ini. Ini tidak nyata, tapi aku terus mendengarkannya. Ya, aku tahu ini adalah khayalan bodoh. Tetapi, kalau aku dapat mengobati rinduku padamu lewat lagu ini aku akan terus mendengarkannya. Tidak peduli sampai gendang telingaku robek sekalipun. Andaikan saat ini kau juga mendengarnya. Lagu yang selalu kau nyanyikan untukku. Yang membuatmu begadang karena harus mempelajari nada-nadanya. Berkutat dengan tuts-tuts selama seminggu penuh. Andai aku bisa merasakan iris cokelatmu, hidung bangirmu, bibir tipismu dan hangatnya nafasmu. Ya, andai saja.

.

.

.

Taekwoon

 

What do I love?

What do I care about the most?

I really hope she doesn’t ask me

Because my answer is you

.

.

.

   Tuhan, aku akan sangat bersyukur seandainya kalimat itu tidak pernah keluar dari mulutnya. Kalimat seperti…

Apa yang aku suka?

Apa yang sangat kuperhatikan?

 .

   Aku berharap dia tidak akan bertanya padaku.

 .

Harus berapa kali kukatakan, sih ?

 .

Karena jawabanku akan tetap sama, yaitu kamu.

Fin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s